Sebelum membaca artikel lengkapnya, simak ringkasan tentang Sablon Dtf berikut:
DTF dan plastisol sama-sama populer untuk sablon kaos, tapi keduanya cocok untuk situasi yang berbeda. Berikut perbandingan lengkapnya berdasarkan faktor yang benar-benar memengaruhi keputusanmu. Apa Itu DTF dan Plastisol DTF (Direct to Film) mencetak desain ke film transfer lalu ditempel ke kain pakai heat press — prosesnya digital, tanpa screen. Plastisol adalah tinta berbasis PVC yang diaplikasikan lewat screen printing — proses konvensional yang butuh screen terpisah tiap warna. Penjelasan lengkap masing-masing ada di Apa Itu Sablon DTF dan Apa Itu Sablon Plastisol. Pertanyaan yang tepat bukan "DTF atau plastisol yang lebih bagus", tapi "desain dan volume ordermu lebih cocok...
Mesin DTF mencetak desain ke film PET menggunakan tinta khusus (CMYK + White), lalu ditaburi powder adhesive dan di-cure dengan conveyor oven. Film siap transfer di-press ke kain dengan heat press. Prosesnya mudah, cepat, dan tidak memerlukan pre-treatment kain.
HPP per transfer DTF terdiri dari: tinta (~Rp 500–1.500/lembar A4), powder adhesive (~Rp 200–500), listrik, dan penyusutan mesin. Total biaya produksi umumnya Rp 2.000–5.000 per transfer A4, dengan harga jual pasar Rp 8.000–25.000 tergantung ukuran dan desain.
Temukan mesin yang tepat untuk usaha sablon Anda — dari cutting, DTF, sublimasi, hingga laser & knitting:
Brand Pendukung Rhino Indonesia: